Jum'at, 23 Oktober 2020 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
UNRI Bentuk Tim TCV’17, salah satu tim yang mengikuti program KUKERTA Relawan COVID-19.
MAHASISWA KUKERTA UNRI 2020 BERSAMA LPPM UNRI BERIKAN EDUKASI TENTANG COVID-19 SECARA VIRTUAL
Selasa, 12 Mei 2020 - 12:22:58 WIB

kabarriau.net - Riau Provinsi
Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui kegiatan KUKERTA.
TERKAIT:

Pekanbaru

Pandemi COVID-19 yang mewabah di seluruh negeri sejak awal tahun 2020 tidak menyurutkan semangat Universitas Riau untuk mendorong mahasiswanya berkarya di masa-masa sulit ini.

Para mahasiswa diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui kegiatan KUKERTA (Kuliah Kerja Nyata) Relawan yang dibuka untuk para mahasiswa tahun ketiga sebagai pengganti model KUKERTA biasa yang seharusnya dijalankan mulai bulan Juni. Kegiatan ini juga selaras dengan kegiatan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau dan merupakan bentuk tanggungjawab dari civita saka demika UNRI karena kegiatan ini setara dengan KUKERTA (Kuliah Kerja Nyata).

Salah satu tim yang mengikuti program KUKERTA Relawan COVID-19 adalah tim TCV’17 (Tanggap Corona virus’17) yang beranggotakan Pivi Yordani, Asmaul Khusna, dan Pricilia Simarmata yang merupakan tiga orang mahasiswi dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau. Tim ini berada di bawah naungan Fakultas Kedokteran Universitas Riau serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau. Tim ini dibimbing oleh satu orang dosen instruktur dari Fakultas Kedokteran Universitas Riau yaitu dr.Suyanto, MpH, PhD, dan satu orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari LPPM yaitu Dr.Deviona, SP.,MP.

Tim ini berfokus pada bidang KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi) yang dijalankan melalui sistem daring/online kepada masyarakat umum dengan maksud membantu pencegahan penyebaran COVID-19 seluas-luasnya dengan menggunakan berbagai sarana kreatif yang dapat disebarkan di Internet.

“Sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah yaitu pembatasan Sosial/Social Distancing, maka kami memberikan edukasi kepada masyarakat secara online menggunakan teknologi terkini yang bisa diakses semua orang.
Kami membuat beberapa poster mengenai COVID-19 yang dibagikan melalui media social dan juga blog khusus TCV’17. Selain itu, kami juga menciptakan video edukasi yang diunggah kesitus YouTube dan dibagikan juga melalui media sosiallainnya.

Untuk membuat masyarakat semakin paham mengenai COVID-19 ini kami lalu memberikan edukasi berupa penyampaian materi interaktif dengan membentuk Virtual Community di WhatsApp. Adapun sasarannya yaitu sekelompok guru SMP, mahasiswa, siswa-siswi SMA dan beberapa kelompok masyarakat lainnya. Ada sekitar 67 orang yang ada didalam grup tersebut, di mana TCV’17 menaruh harapan mereka mampu membagikan informasi yang sudah kami terangkan di grup kepada masyarakat yang lebih luas, “ ucap Pivi sebagai ketua tim TCV’17.

Selain melakukan edukasi secara daring, tim tersebut juga berkiprah dalam kegiatan lain yaitu menjaga Pos Korelawan COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Riau.

Di posko ini mereka menerima donasi Alat Pelindung Diri serta membantu mendistribusikan APD kerumah sakit atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan alat-alatter sebut. Tidak hanya itu, para mahasiswa ini turut serta membantu para dokter yang bekerja di Laboratorium Biomolekuler RSUD Arifin Achmad sebagai salah satu laboratorium penunjang diagnosis COVID-19 di Provinsi Riau.

“Kami tidak diperbolehkan untuk turun langsung dalam pengujian sampel pasien, namun tugas kami sebagai mahasiswa adalah memasukkan data RNA Extraction, membantu mencatat hasil pemeriksaan sampel, memperbaharui data yang diperoleh pada Data Base Lembaga Penelitian dan Pengembangan Kesehatan serta melakukan Cross Check terhadap data sebelumnya yang sudah ada,” ujar Asmaul setelah menyelesaikan tugas jaganya di Laboratorium Biomolekuler RSUD ArifinAchmad.

“Sebagai mahasiswa kedokteran kami tidak mungkin hanya berdiamdiri melihat situasi COVID-19 yang sedang terjadi di Indonesia kita ini. Untuk itu kami berusaha sepenuh hati untuk membagikan ilmu yang kami dapatkan demi membantu memutuskan rantai penyebaran COVID-19 melalui edukasi kepada masyarakat. Kami berharap masyarakat bisa mematuhi setiap peraturan yang dibuat oleh pemerintah, tanggap mengenai pengetahuan dan pelaksanaan hal-hal yang dapat menjauhkan dari penularan serta siap untuk membagikan informasi yang benar kepada lingkungan sekitar demi usaha bersama seluruh lapisan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia,” tambah Pricilia.*krN

(1065) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved