Kamis, 25 Februari 2021 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Listrik PLN di Kantor dan Musollah terminal bus Tanjung Tiram kabupaten Batubara tidak memiliki kWh
“TANPA kWh METERAN” DUA BANGUNAN PEMDA ARUS LISTRIK TETAP MENYALA
Sabtu, 16 Januari 2021 - 12:24:33 WIB

kabarriau.net - Nasional

Batubara-Sumut

Kedua bangunan yang berada dalam satu komplek dengan terminal mengambil arus listrik dari Gardu Induk Listrik menggunakan Sambungan Rumah (SR) PLN.
.
Suwarno, wakil ketua Pelita Indonesia ketika dihubungi Kabar Riau, Sabtu,16/1 sangat menyesalkan ada bangunan pemerintah menggunakan listrik PLN secara liar. Semestinya Pemkab cq Dinas Perhubungan memberi contoh baik kepada masyarakat. Bukan mencuri arus seperti itu. Sementara PLN wilayah Sumut harus mengambil tindakan terhadap kepala PLN ULP rayon Tanjung Tiram karena membiarkan pemasangan liar yang merugikan perusahaan BUMN (PLN).

Pantauan kabar Riau Sabtu 16/1 terminal bus itu hanya memiliki satu kwh meteran dibangunan induk, sedangkan bangunan kantor dan musollah mengambil arus listrik dari bangunan induk dengan menggunakan kabel Sambungan Rumah (SR) layaknya pasangan baru pelanggan PLN, namun kedua bangunan itu tidak memiliki kWh meteran.

Kepala PLN ULP rayon Tanjung Tiram Roby Safriadi dihubungi awak media Kabar Riau di hari yang sama hanya menjawab tanpa memberi penjelasan yang tidak berarti sedikitpun tentang pemasangan arus listrik liar tersebut.

Terminal bus Tanjung Tiram telah direncanakan oleh Pemkab Asahan sebelum pemekaran kabupaten. Lahan seluas 29 ribu meter dibeli Pemkab untuk terminal dan pasar. Setelah pemekaran kabupaten, terminal tersebut dibangun Pemkab Batubara melalui alokasi anggaran Dinas Perhubungan kabupaten Batubara.***krN-Effendi Tanjung

(183) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Index Berita | RSS | E-mail | Index Iklan Copyright © 2010-2018 by KabarRiau.net. All Rights Reserved