Sabtu, 24 Oktober 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Pencarian Penuh Haru Berakhir Duka! Nelayan Panipahan Temukan Jenazah Azhar alias Boy, Keluarga Sampaikan Terima Kasih
Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:07:55 WIB

Kabar Riau - Rohil
Tiga Hari Dua Malam Dicari, Jenazah Azhar alias Boy Akhirnya Ditemukan Nelayan di Perairan Sarang Burung Rohil!
SHARE
   
 

PANIPAHAN, ROKAN HILIR

Setelah tiga hari dua malam menyisir lautan dengan penuh harapan, perjuangan masyarakat dan nelayan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, akhirnya membuahkan hasil. Azhar alias Boy, korban yang dilaporkan terjatuh ke laut pada Senin (19/10/2026), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 13.40 WIB.

Jenazah almarhum ditemukan oleh Junaidi, seorang nelayan Panipahan, bersama rekan-rekannya yang sedang bekerja di perairan Sarang Burung, sekitar tujuh mil laut ke arah tenggara dari Panipahan.

Penemuan tersebut mengakhiri pencarian panjang yang dilakukan secara bergotong royong oleh masyarakat dan para nelayan setempat. Di balik kabar duka itu, tersimpan kisah kepedulian, pengorbanan, dan solidaritas masyarakat pesisir yang tidak mengenal lelah membantu sesama.

Tiga Hari Pencarian, Warga Tak Kenal Menyerah

Sejak menerima informasi mengenai musibah yang menimpa Azhar alias Boy, masyarakat Panipahan bergerak melakukan pencarian menggunakan dua unit kapal.

Selama tiga hari dua malam, para nelayan dan warga berupaya menyisir kawasan perairan Sarang Burung untuk menemukan keberadaan korban.

Pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, masyarakat kembali bertolak menuju lokasi kejadian untuk melanjutkan pencarian.

Sebelum melakukan penyisiran, masyarakat terlebih dahulu menggelar tradisi tepung tawar dan menaburkan beras kunyit di sekitar lokasi kejadian. Tradisi tersebut dipimpin oleh tokoh masyarakat, Khalifah Amor Rasyid, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama memohon pertolongan Allah SWT agar pencarian diberikan kemudahan.

Sekitar pukul 11.36 WIB, rombongan kembali bergerak menyisir perairan yang diperkirakan menjadi lokasi keberadaan korban.

Sejumlah pihak turut ambil bagian dalam pencarian tersebut, di antaranya Kepala Perikanan Panipahan Andi Suriyadi, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Kecamatan Pasir Limau Kapas Isa Anshari, serta Wakil Redaksi KilatNusantaraNews.com, M. Ismail.

Abang kandung almarhum yang datang dari Kecamatan Kubu juga mengikuti proses pencarian. Begitu pula Dedi, nakhoda kapal tempat korban bekerja, bersama istrinya, Imar, yang ikut membantu upaya pencarian.

Kehadiran berbagai unsur masyarakat tersebut memperlihatkan kuatnya rasa persaudaraan warga pesisir Panipahan ketika salah seorang di antara mereka tertimpa musibah.

Junaidi dan Rekan Nelayan Temukan Jenazah Korban

Harapan untuk menemukan Azhar alias Boy akhirnya terjawab pada Rabu siang.

Sekitar pukul 13.40 WIB, Junaidi bersama rekan-rekan nelayannya yang sedang beraktivitas di laut menemukan jenazah korban di perairan Sarang Burung.

Mengetahui keberadaan jenazah, Junaidi dan rekan-rekannya segera melambaikan tangan serta memanggil kapal-kapal yang sedang melakukan pencarian.

Isyarat tersebut menjadi kabar penting bagi rombongan pencari yang selama beberapa hari berusaha menemukan korban.

Berdasarkan keterangan Sias, salah seorang nakhoda yang ikut melakukan pencarian, lokasi penemuan jenazah berada sekitar tujuh mil laut ke arah tenggara dari Panipahan.

Sementara itu, titik penemuan diperkirakan berjarak sekitar satu mil laut ke arah timur laut dari lokasi awal korban dilaporkan terjatuh.

Setelah memastikan jenazah yang ditemukan merupakan Azhar alias Boy, masyarakat kemudian membantu proses penanganan dan pengantaran jenazah kepada pihak keluarga.

Jenazah Dipulangkan ke Kecamatan Kubu, Keluarga Sampaikan Terima Kasih

Setelah ditemukan, jenazah almarhum dibawa menuju kampung halamannya di Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, untuk diserahkan kepada keluarga dan selanjutnya diselenggarakan sesuai syariat Islam melalui pelaksanaan fardu kifayah.

Salah seorang abang kandung almarhum menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh masyarakat Panipahan, para nelayan, dan semua pihak yang telah mengorbankan waktu serta tenaga selama proses pencarian.

Bagi keluarga, kepedulian masyarakat tersebut menjadi penguat di tengah duka mendalam akibat kehilangan anggota keluarga tercinta.

Dedi, nakhoda kapal tempat almarhum bekerja, bersama istrinya, Imar, juga menyampaikan belasungkawa. Keduanya turut mengantarkan jenazah menuju Kecamatan Kubu bersama sejumlah masyarakat Panipahan.

Solidaritas Nelayan Panipahan Jadi Teladan Kemanusiaan

Musibah yang menimpa Azhar alias Boy meninggalkan duka bagi keluarga dan masyarakat. Namun, di balik peristiwa tersebut, tersimpan pelajaran berharga tentang arti kepedulian dan persaudaraan.

Selama proses pencarian, masyarakat Panipahan memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama kehidupan masyarakat pesisir.

Tanpa memandang perbedaan latar belakang, para nelayan, tokoh masyarakat, keluarga, dan berbagai pihak bahu-membahu melakukan pencarian hingga jenazah korban berhasil ditemukan.

Keterlibatan Junaidi dan rekan-rekan nelayannya dalam penemuan jenazah juga menjadi bagian penting dari rangkaian upaya kemanusiaan tersebut.

Peristiwa ini sekaligus mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan keselamatan bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupan pada aktivitas di laut.

Di tengah besarnya risiko pekerjaan sebagai nelayan, penggunaan perlengkapan keselamatan, kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta komunikasi antarkapal menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

Kini, pencarian Azhar alias Boy telah berakhir. Namun, kepedulian masyarakat Panipahan akan tetap menjadi kenangan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Semoga almarhum Azhar alias Boy mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa dan kesalahannya, serta diterima seluruh amal ibadahnya.

Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesabaran, dan kekuatan dalam menghadapi musibah ini.

Selamat jalan, Azhar alias Boy. Laut menjadi saksi perjuangan pencarianmu, sementara solidaritas masyarakat Panipahan menjadi bukti bahwa kepedulian dan persaudaraan tetap hidup di tengah duka.**krN/Andri

(7897) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved