Jum'at, 06 November 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Usai Demo Warga Teluk Masjid, Humas PT BSP Dr. HC. H. Munasir Maadab Buka Suara: Dua Tahun Lalu Perusahaan Tidak Baik-Baik Saja, Serapan Tenaga Kerja Terdampak!
Senin, 02 November 2026 - 15:13:27 WIB

Kabar Riau - Siak
Demo Warga Teluk Masjid Tuntut Pekerjaan, Humas PT BSP Munasir Maadab Angkat Bicara: Perusahaan Butuh Situasi Kondusif, Mari Bergandeng Tangan!
SHARE
   
 

SABAK AUH

Aksi demonstrasi perwakilan puluhan masyarakat Kampung Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang menuntut kesempatan kerja di PT Bumi Siak Pusako (BSP), Senin (2/11/2026), mendapat tanggapan langsung dari Humas perusahaan, Dr. HC. H. Munasir Maadab, S.E., M.M.

Seusai aksi yang berlangsung di depan gerbang Check Point PT BSP Pedada, Kampung Bandar Pedada, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Pimpinan Redaksi Kabar Riau, Rishki Nifayadi Garawn, SH., CLFE, berkesempatan berbincang santai dengan Dr. HC. H. Munasir Maadab untuk menggali pandangan pihak perusahaan mengenai tuntutan masyarakat tempatan.

Dalam perbincangan tersebut, Munasir mengungkapkan bahwa kondisi PT BSP dalam dua tahun sebelumnya tidak sepenuhnya berjalan baik. Situasi tersebut, menurutnya, turut berpengaruh terhadap kemampuan perusahaan menyerap tenaga kerja.

"Dua tahun lalu PT BSP tidak baik-baik saja. Tentu akan berpengaruh terhadap serapan tenaga kerja, "ungkap Munasir.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian di tengah tuntutan Aliansi Masyarakat Teluk Masjid yang menginginkan kesempatan bekerja di perusahaan migas milik daerah tersebut.

Munasir Beberkan Bantuan PT BSP untuk Masyarakat Teluk Masjid

Munasir menjelaskan bahwa PT BSP selama ini telah menjalankan berbagai bentuk bantuan dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Teluk Masjid.

Menurutnya, kontribusi perusahaan tidak hanya berkaitan dengan peluang pekerjaan, tetapi juga mencakup pembangunan infrastruktur dan peningkatan keterampilan masyarakat.

Beberapa kegiatan yang disampaikannya antara lain pembangunan jalan semenisasi, pelatihan servis AC beserta dukungan perangkatnya, pembangunan kanalisasi sepanjang sekitar 9 kilometer, serta pembuatan gorong-gorong yang melintasi jalan raya.

"Banyak bantuan-bantuan yang sudah kita lakukan di Kampung Teluk Masjid, seperti pembangunan jalan semenisasi, pelatihan servis AC beserta perangkatnya dan lain-lain, kanalisasi sepanjang 9 kilometer, pembuatan gorong-gorong jalan membelah jalan raya yang tentunya biayanya tidak sedikit, "jelasnya.

Munasir menegaskan bahwa penyaluran bantuan perusahaan juga harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di wilayah lainnya.

Artinya, kontribusi PT BSP tidak dapat hanya dipusatkan pada satu kampung atau kecamatan, melainkan perlu dibagikan secara proporsional kepada daerah lain yang juga membutuhkan.

Filosofi Adat Melayu: Kue Tipis Harus Dibagi Bersama

Dalam penjelasannya, Munasir menggunakan filosofi adat Melayu untuk menggambarkan pentingnya pemerataan manfaat yang diberikan perusahaan.

"Istilah bahasa adat, tidak penuh ke atas penuh ke bawah, dalam artian kue yang tipis itu dibagi untuk bersama, berbagi dengan kecamatan-kecamatan, desa-desa lain, "tuturnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan pandangan Munasir bahwa keterbatasan kemampuan perusahaan harus disikapi dengan prinsip kebersamaan dan pemerataan.

Dengan demikian, bantuan maupun program perusahaan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Siak.

Munasir sendiri dikenal sebagai tokoh masyarakat Melayu yang pernah menjabat sebagai Ketua Masyarakat Riau di Jakarta. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau di Jakarta serta menyandang gelar Datuk Kampar.

Apresiasi Pemuda Teluk Masjid, Munasir: Selama Ini Kerja Sama Sangat Baik

Di tengah munculnya aksi demonstrasi, Munasir tetap menyampaikan apresiasi kepada pemuda dan masyarakat Teluk Masjid atas hubungan baik yang selama ini terjalin dengan perusahaan.

Menurutnya, kerja sama yang telah dibangun memberikan suasana aman dan nyaman bagi kegiatan operasional PT BSP.

"Kami juga mengapresiasi pemuda, masyarakat. Selama ini sangat baik kerja sama yang kita lakukan. Kami sangat aman dan nyaman, fokus untuk memproduksi minyak, crude oil. Mari kita selalu bergandeng tangan, "ujar Munasir.

Ia berharap hubungan baik antara masyarakat dan perusahaan tetap dipertahankan, sekalipun terdapat perbedaan pandangan maupun tuntutan yang belum mendapatkan penyelesaian.

Ingatkan Status Objek Vital Nasional, Jangan Sampai Berbenturan dengan Hukum

Munasir juga menyampaikan pesan penting kepada masyarakat agar memahami status kawasan operasional perusahaan sebagai objek vital nasional.

Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari dinamika hubungan masyarakat dengan perusahaan. Namun, pelaksanaannya tetap harus memperhatikan ketentuan hukum dan keamanan kawasan operasional migas.

"Mari kita pahami bahwa tempat berkumpulnya ini adalah area objek vital nasional. Jangan sampai kita berbenturan dengan hukum, yang akan merugikan kita semua, "tegas Munasir.

Pesan tersebut disampaikannya sebagai ajakan agar seluruh pihak mengedepankan komunikasi, menjaga keamanan, dan menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun perusahaan.

Aliansi Teluk Masjid Tetap Desak Pertemuan dengan Direktur atau GM

Sementara itu, dalam aksi demonstrasi yang berlangsung sebelumnya, Aliansi Masyarakat Teluk Masjid menyampaikan tuntutan agar dapat bertemu langsung dengan pimpinan PT BSP yang mempunyai kewenangan mengambil keputusan.

Masyarakat menginginkan pertemuan dengan Direktur ataupun General Manager (GM) PT BSP guna memperoleh kejelasan mengenai kesempatan kerja bagi masyarakat tempatan.

Pihak aliansi bahkan menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan di kantor PT BSP Pekanbaru apabila harapan untuk bertemu pimpinan perusahaan tidak terwujud.

Selain itu, mereka juga menyampaikan rencana menutup akses jalan di Jembatan Teluk Masjid bagi kendaraan operasional PT BSP.

Rencana tersebut masih merupakan pernyataan pihak aliansi dan menjadi salah satu persoalan yang membutuhkan komunikasi serta penyelesaian secara damai.

Dalam aksi di Check Point Pedada, Kapolsek Sabak Auh, IPDA Masri Nalzon, S.E., turut hadir memberikan arahan kepada massa demonstran.

Kehadiran aparat kepolisian menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban selama berlangsungnya penyampaian aspirasi masyarakat.

Antara Tuntutan Pekerjaan dan Kemampuan Perusahaan

Pernyataan Humas PT BSP Dr. HC. H. Munasir Maadab memberikan gambaran mengenai dua persoalan yang kini menjadi perhatian.

Di satu sisi, masyarakat Teluk Masjid menginginkan kesempatan kerja yang lebih terbuka di perusahaan migas daerah. Di sisi lain, pihak perusahaan menyampaikan bahwa kondisi operasional dan kemampuan perusahaan turut memengaruhi penyerapan tenaga kerja.

Penjelasan Munasir mengenai berbagai bantuan infrastruktur dan pelatihan juga menunjukkan bentuk kontribusi perusahaan di luar sektor ketenagakerjaan.

Namun, keberadaan program bantuan tersebut tidak serta-merta menghilangkan harapan masyarakat untuk memperoleh kesempatan bekerja.

Karena itu, dialog langsung antara pimpinan PT BSP dan perwakilan masyarakat menjadi langkah penting guna mencari titik temu yang dapat diterima kedua belah pihak.

Masyarakat membutuhkan kejelasan peluang kerja, sementara perusahaan membutuhkan situasi yang aman dan kondusif untuk menjalankan kegiatan produksi minyak.

Di akhir perbincangan, pesan Munasir mengenai pentingnya kebersamaan menjadi penekanan tersendiri di tengah dinamika tuntutan masyarakat.

"Mari kita selalu bergandeng tangan, "pesannya.

Kini publik menantikan langkah manajemen PT BSP dalam merespons permintaan pertemuan dengan pimpinan perusahaan, sekaligus mencari penyelesaian atas aspirasi masyarakat Teluk Masjid.*krN/Rishki

(22373) Dibaca

 
Komentar Anda :
 


 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved