Jum'at, 05 Juni 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Wujud Nyata Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Polres Siak dan Kampung Penyengat Tanam 7.000 Mangrove untuk Selamatkan Pesisir
Jumat, 05 Juni 2026 - 07:32:55 WIB

Kabar Riau - Siak
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Polres Siak dan Warga Penyengat Tanam 7.000 Mangrove Selamatkan Pesisir
SHARE
   
 

SUNGAI APIT 

Di tengah meningkatnya ancaman abrasi dan kerusakan kawasan pesisir, Polres Siak bersama Pemerintah Kampung Penyengat memilih bergerak dengan aksi nyata. Menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, sebanyak 7.000 bibit mangrove ditanam di kawasan Pelabuhan Pasir, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kamis (4/6/2026).

Gerakan penghijauan pesisir tersebut menjadi bagian dari implementasi program Green Policing yang digagas Polda Riau sekaligus mendukung visi Siak Kabupaten Hijau. Bagi Polres Siak, menjaga lingkungan tidak lagi sekadar slogan, melainkan langkah konkret yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Kegiatan ini dihadiri langsung Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, SH, SIK, MH, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, SAg, MSi, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta kelompok peduli lingkungan setempat.

Dalam sambutannya, Kapolres Siak menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan pengejawantahan filosofi daerah Melayu Siak, yakni “Melindungi Tuah, Menjaga Marwah.”
Menurutnya, “tuah” adalah segala anugerah dan kekayaan alam yang diberikan Tuhan kepada daerah, termasuk kawasan pesisir dan hutan mangrove yang selama ini menjadi benteng alami bagi masyarakat Sungai Apit.

“Bagi masyarakat pesisir, mangrove bukan hanya tanaman. Ia adalah pelindung garis pantai, penjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus penopang kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya laut, ”kata Kapolres.

Ia mengingatkan bahwa keberadaan mangrove memiliki nilai strategis dalam menghadapi ancaman abrasi, intrusi air laut, hingga perubahan iklim yang semakin nyata dirasakan masyarakat pesisir.

Karena itu, lanjutnya, menjaga dan memperluas kawasan mangrove merupakan investasi lingkungan jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan generasi mendatang.

Kapolres juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Sungai Apit, Pemerintah Kampung Penyengat, kelompok pembibitan, serta masyarakat yang selama ini konsisten melakukan upaya rehabilitasi kawasan pesisir secara swadaya.

Sementara itu, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyebut gerakan tersebut selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Siak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
Ia berharap kegiatan penanaman mangrove tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi gerakan bersama yang terus tumbuh di tengah masyarakat.

Komitmen itu sejatinya telah ditunjukkan Kampung Penyengat. Berdasarkan data pemerintah kampung, sejak 2025 hingga 2026 sedikitnya 30.000 batang mangrove telah ditanam di wilayah tersebut melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan kelompok pembibitan lokal.

Penanaman 7.000 bibit mangrove kali ini menjadi tambahan penting dalam upaya memperkuat benteng hijau pesisir Sungai Apit. Di tengah berbagai tantangan lingkungan yang mengancam kawasan pantai, langkah ini menjadi pesan bahwa menjaga alam membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar wacana.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB itu ditutup dengan penanaman bibit secara simbolis oleh seluruh tamu undangan. Dari pesisir Penyengat, harapan baru ditanam: menjaga lingkungan hari ini demi menyelamatkan masa depan esok.*krN/Rishki

(5077) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved