MEDAN - SUMUT
Pukul 08.48 WIB, PW ISMI Sumatera Utara bersama Green Justice Indonesia (GJI) melaksanakan kegiatan penanaman 1.000 pohon khas Melayu di kawasan Hutan Kota Jalan Eka Sama, Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Menghidupkan Kembali Sungai Deli, Menguatkan Peradaban Melayu Berkelanjutan.”
Program tersebut mendapat apresiasi dari PB ISMI. Ketua PB ISMI yang diwakili Ketua Harian Prof. Ismi Abdullah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam upaya pelestarian lingkungan sekaligus penguatan identitas budaya Melayu di Kota Medan.
“Program ini sangat baik dan patut didukung. Penanaman pohon khas Melayu di sepanjang kawasan Sungai Deli merupakan upaya penting untuk menghidupkan kembali fungsi ekologis sungai, ”ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi positif antara PW ISMI Sumut, GJI, Komunitas Warga Kanal (KWK), Warga Peduli Sekitar (WA PESEK), serta Bentangan Alam Hijau Indonesia (BAHIS).
Menurutnya, gerakan lingkungan tersebut tidak boleh berhenti pada penanaman pohon semata, tetapi harus dikembangkan menjadi program berkelanjutan yang memiliki dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia juga mendorong agar Pemerintah Kota Medan dapat mengintegrasikan program serupa ke dalam perencanaan pembangunan daerah melalui Musrenbang, mengingat adanya potensi wisata dan ekonomi dari kawasan Sungai Deli.
Sementara itu, Ketua PW ISMI Sumut Prof. Dr. Nispul Khoiri menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian terhadap Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sekaligus upaya nyata dalam memulihkan fungsi ekologis Sungai Deli.
Menurutnya, Sungai Deli memiliki peran penting sebagai pengendali banjir, penampung debit air, jalur transportasi historis, serta bagian dari peradaban Kesultanan Deli. Namun, sungai tersebut kini menghadapi berbagai tantangan seperti pencemaran, sedimentasi, penyempitan sempadan, dan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap fungsi ekologisnya.
“Kami berharap Sungai Deli tidak semakin mengalami krisis lingkungan. Menjaga Sungai Deli berarti menjaga Kota Medan dan warisan sejarah peradaban Melayu, ”tegasnya.
Ketua GJI, Panut Hadisiwoyo, S.S., M.Si., menambahkan bahwa penanaman 1.000 pohon ini merupakan bagian dari revitalisasi peradaban Melayu melalui pendekatan lingkungan. Ia menegaskan bahwa Sungai Deli memiliki nilai historis sebagai pusat aktivitas sosial, budaya, perdagangan, dan transportasi masyarakat sejak masa Kesultanan Deli.
Namun, perkembangan urbanisasi telah memberikan tekanan terhadap kondisi sungai, mulai dari pencemaran hingga degradasi lingkungan yang berdampak pada terputusnya hubungan masyarakat dengan nilai sejarah sungai tersebut. “Penanaman pohon ini diharapkan menjadi simbol kebangkitan kembali kesadaran ekologis dan budaya masyarakat Melayu dalam menjaga Sungai Deli, ”ujarnya.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pengurus PW ISMI Sumut, di antaranya Sekretaris Ismail Marzuki, Bendahara Dr. Sri Rezeki, Ansyari Adanat, OK Hendri, serta pengurus lainnya. Hadir pula unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, termasuk Sekcam Medan Johor, Kapolsek Medan Johor, Sekretaris PB ISMI Dr. Yanhar Djamaluddin, Ketua DPW IMO-Indonesia HA Nuar Erde, tokoh masyarakat Minang Abdul Aziz, serta perwakilan IKA FIB USU Zufri Hidayat dan tamu undangan lainnya.**krN/Syahdan