Senin, 29 Juni 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Harga LPG 3 Kg di Palika Diduga Melambung Hingga Rp35 Ribu, Warga Minta Pemerintah dan Pertamina Segera Bertindak
Senin, 29 Juni 2026 - 16:07:34 WIB

Kabar Riau - Rohil
Ini Soal Harga, Bukan Soal Aturan: Harga LPG 3 Kg di Kecamatan Pasir Limau Kapas Diduga Melambung, Warga Minta Pemerintah dan Pertamina Segera Ambil Kebijakan
SHARE
   
 

LPG Subsidi 3 Kg di Panipahan Capai Rp35 Ribu, Warga Desak Penambahan Pangkalan dan Evaluasi Distribusi

ROKAN  HILIR

Keluhan masyarakat terkait tingginya harga LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, kembali mencuat. Menindaklanjuti laporan warga, tim media bersama LSM Komunitas Penegak Keadilan Republik Indonesia (KPK RI) DPD Provinsi Riau turun langsung ke lapangan pada Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari hasil pemantauan dan wawancara di sejumlah titik, masyarakat mengaku harus membeli LPG subsidi 3 kilogram dengan harga eceran mencapai Rp35.000 per tabung. Harga tersebut dinilai memberatkan warga dan jauh lebih tinggi dibanding harga yang diharapkan masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, LPG subsidi yang beredar di wilayah tersebut diduga dipasok dari wilayah Sumatera menuju Riau. Namun demikian, masyarakat menilai persoalan utama bukan terletak pada asal distribusi, melainkan tingginya harga yang harus mereka bayar untuk memperoleh gas bersubsidi.

Seorang pelansir yang akrab disapa Alung membenarkan adanya perbedaan harga di tingkat distribusi. Menurutnya, dirinya hanya bertugas mengantar tabung LPG kepada pemilik kedai atau warung.

"Saya cuma tukang lansir atau tukang antar, Bang. Setahu saya, harga yang saya jual sekitar Rp26.000, kadang-kadang Rp27.000 per tabung," ujarnya.

Saat dikonfirmasi mengenai harga LPG yang di tingkat masyarakat mencapai sekitar Rp35.000 per tabung, Alung menjelaskan bahwa dirinya menjual kepada pemilik warung dengan kisaran Rp26.000 hingga Rp28.000 per tabung.

"Yang jelas kami jual ke kedai-kedai sekitar Rp26.000 sampai Rp28.000 per tabung, Bang, "jelasnya.

Sementara itu, Andri selaku pengurus LSM KPK RI DPD Provinsi Riau mengatakan pihaknya sengaja turun ke lapangan bersama tim media untuk memastikan kondisi yang sebenarnya. Dalam kegiatan tersebut, turut mendampingi M. Ismail.

Menurut Andri, keluhan masyarakat terkait tingginya harga LPG subsidi perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun instansi terkait agar distribusi LPG bersubsidi benar-benar berjalan sesuai tujuan pemerintah.

"Kami berharap Bupati Rokan Hilir Haji Bustaman bersama pihak terkait segera mengambil kebijakan atas keluhan masyarakat mengenai tingginya harga LPG subsidi ini. Perlu ada solusi agar masyarakat bisa memperoleh LPG subsidi dengan harga yang wajar, "ujar Andri.

Selain meminta evaluasi terhadap rantai distribusi, masyarakat juga berharap adanya penambahan pangkalan LPG subsidi di wilayah Panipahan dan Kecamatan Pasir Limau Kapas. Menurut warga, keterbatasan pangkalan diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan harga LPG di tingkat pengecer terus mengalami kenaikan.

"Harapan kami sebagai masyarakat Kecamatan Pasir Limau Kapas, khususnya Panipahan, pemerintah dapat mengambil kebijakan dengan menambah pangkalan gas bersubsidi di wilayah kami agar harga tidak terus melambung tinggi, "ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, Pertamina, serta instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap pola distribusi LPG subsidi di wilayah Palika. Warga menilai langkah cepat sangat dibutuhkan agar LPG subsidi benar-benar dapat dinikmati masyarakat dengan harga yang terjangkau sesuai tujuan program subsidi pemerintah.*krN/Redaksi

(4889) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved