MARELAN - SUMUT
Sejumlah warga Kelurahan Tanah 600, Kecamatan Medan Marelan, mengeluhkan pelayanan di Puskesmas Tanah 600. Keluhan tersebut mengarah kepada tiga pegawai yang disebut warga kerap memberikan pelayanan yang dinilai tidak profesional sehingga menjadi sorotan masyarakat.
Salah seorang warga, Indrawan, mengaku mengalami pelayanan yang kurang maksimal saat datang untuk berobat. Menurutnya, ketika itu hanya satu petugas yang melayani pasien, sementara petugas tersebut juga sedang mempersiapkan pengiriman sampel dahak ke laboratorium.
"Petugas yang melayani saya sampai harus meninggalkan pekerjaannya sebentar untuk memeriksa saya. Sementara pegawai lainnya hanya duduk-duduk dan mengobrol. Bahkan ada yang mengatakan puskesmas sudah tutup, padahal saya datang sebelum pukul 15.00 WIB dan masih dalam jam pelayanan, "ujar Indrawan.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya. Mereka menyebut seorang perawat berinisial ZF diduga kerap melakukan pungutan terhadap pasien yang menjalani pemeriksaan kolesterol dan asam urat saat kegiatan Posyandu ILP.
Selain itu, seorang bidan berinisial NY disebut sering tidak berada di tempat ketika ada warga yang hendak mendapatkan pelayanan suntik KB, sehingga pasien harus kembali pada waktu lain.
Sementara itu, perawat gigi berinisial N juga menjadi sorotan. Warga mengaku petugas tersebut kerap meninggalkan tempat tugas pada jam kerja, mengakibatkan pasien harus menunggu lama untuk mendapatkan pelayanan. Bahkan, menurut pengakuan warga, pelayanan untuk pasien sakit gigi disebut tidak lagi diberikan setelah pukul 13.00 WIB.
"Besok aja kembali lagi," ujar petugas tersebut kepada seorang warga yang datang mengeluhkan sakit gigi, sebagaimana dituturkan warga.
Warga menilai sikap ketiga pegawai tersebut juga terkesan kurang ramah. Mereka mengaku sering mendapat jawaban yang ketus serta merasa diabaikan ketika meminta informasi maupun pelayanan kesehatan.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Tanah 600 guna melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan. Warga juga meminta dilakukan evaluasi serta penindakan apabila terbukti terdapat pelanggaran terhadap standar pelayanan publik.
Menanggapi keluhan tersebut, dr. Aisyah Lubis, yang dihubungi melalui pesan WhatsApp, menjelaskan bahwa dirinya bukan Kepala Puskesmas Tanah 600, melainkan dokter penanggung jawab.
"Pak, saya bukan kepala puskesmas, tapi hanya dokter penanggung jawab. Maaf saya baru tahu info tersebut dan saya akan menyampaikan laporan ini kepada pimpinan, "tulis dr. Aisyah.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Puskesmas Tanah 600 maupun Dinas Kesehatan Kota Medan terkait berbagai keluhan yang disampaikan masyarakat. Media membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.**krN/Syahdan