DELI SERDANG, SUMUT
Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA) menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Surau MIFA, Deli Tua, Kabupaten Deli Serdang, Senin (24/8/2026) malam.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menguak Hakikat Sejati Diri Nabi Besar Muhammad SAW” dan diisi dengan tausiah serta rangkaian kegiatan keagamaan.
Dalam tausiah, Tuan Guru Deli (TGD) Prabu Kresna Erde, SSos, menekankan pentingnya ilmu dalam menjalankan amal ibadah.
“Beramal tanpa ilmu adalah kesesatan yang amat sangat, ”ujar TGD Prabu saat menyampaikan tausiah.
Menurutnya, pemahaman agama harus berjalan seiring dengan pelaksanaan ibadah. Ia menyebut, keterangan tersebut merupakan penjelasan ulama pewaris nabi yang sejalan dengan Alquran dan sabda Nabi Muhammad SAW.
TGD Prabu kemudian menjelaskan mengenai makna Maulid Nabi sebagai momentum untuk memahami perjalanan dan hakikat Nabi Muhammad SAW.
Ia menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan yang disampaikannya, Nabi Muhammad SAW disebut “zahir” dalam tiga pengertian.
Zahir pertama, menurutnya, berada pada kondisi ketika belum dikenal adanya waktu dan tempat. Pada fase tersebut, kata dia, belum ada makhluk maupun alam semesta sebagaimana yang dikenal manusia.
“Siapa pun tidak ada, apa pun belum ada. Belum ada surga dan neraka, langit, bumi, api, angin, air. Bahkan malaikat dan iblis pun belum ada. Apalagi kita manusia. Tak ada satu pun makhluk, ”ungkapnya.
TGD Prabu menyebut kondisi tersebut sebagai gambaran mengenai hakikat Nabi Muhammad dalam pemaknaan spiritual yang disampaikannya.
Sementara zahir kedua, lanjutnya, berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW melalui Siti Aminah yang kemudian disertai berbagai peristiwa yang dipandang sebagai bukti kebesaran Allah SWT.
“Dan zahir yang ketiga adalah munculnya Alquran, hadis dan sunnah, ”pungkasnya.
Sebelumnya, Tuan Imam Hanafi mengajak seluruh jemaah untuk senantiasa meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT serta memperbanyak salam dan shalawat kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
Ia mengatakan, tema yang diangkat dalam peringatan Maulid tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran penting bagi jemaah agar semakin mengenal Nabi Muhammad SAW.
“Bukan hanya sekadar tahu, bukan juga hanya sekadar mengenalinya. Tetapi juga dapat mencintai dan mengikuti jalan-jalannya, ”imbaunya.
Menurut Hanafi, Nabi Muhammad SAW diutus ke muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia serta membimbing umat agar terlepas dari kebodohan seperti yang terjadi pada masa jahiliyah.
“Jangan kita mengatakan kita beriman sebelum kita mengenal Nabi Muhammad, ”ucapnya.
Hanafi juga menyampaikan apresiasi atas undangan TGD Prabu Kresna untuk menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau MIFA.
“Semoga persaudaraan kita semakin kuat dan terus bersama-sama kita dapat menyebarkan agama Allah di muka bumi ini. Dan kami berharap dan berdoa agar kiranya MIFA ini terus berkembang, ”harapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Alustadz Alhafiz Husni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil, sehingga kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terlaksana.
“Semoga peringatan Maulid ini dapat membawa kecintaan kita kepada Baginda Rasulullah SAW, menjadikan kita umat yang lebih baik dalam akhlak dan dalam ibadah, ”tandasnya.
Selain tausiah, kegiatan juga diisi dengan lantunan ayat suci Alquran oleh Al-Fatih Muhammad Erde serta marhaban yang dipimpin Hj. Safarida Silalahi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tuan Imam Hanafi, putra almarhum Tuan Guru KH Ali Masud yang dikenal mengembangkan Ilmu Fardhu Ain di Sumatera Utara, serta Ketua Yayasan Majelis Ilmu Fardhu Ain (MIFA), Sudirman.**krN/Fujiasti