Selasa, 01 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Karhutla Jadi Perhatian, Mabes TNI dan Pemkab Rohil Perkuat Deteksi Dini hingga Kesiapsiagaan
Senin, 31 Agustus 2026 - 12:07:36 WIB

Kabar Riau - Rohil
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Turun ke Rohil, Pemda Dorong Korporasi Perkuat Pencegahan

SHARE
   
 

Cegah Karhutla Meluas, Mabes TNI Turunkan Tim Penyuluh ke Rokan Hilir Selama Sebulan

BAGANSIAPIAPI, ROKAN HILIR 

Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI turun ke Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Kegiatan sosialisasi dan koordinasi tersebut digelar di Ruang Pertemuan Sekda Rohil, Kantor Bupati Rohil Lantai III, Jalan Perkantoran Batu 6, Bagansiapiapi, Senin (31/8/2026).

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI yang hadir terdiri dari Kolonel Lek. Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof, Letkol Mar. Alyessi, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekda Rohil H. Fauzi Efrizal, S.Sos., M.Si., mewakili Bupati Rohil, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M. Ricky P.P.P.A.G.A., S.Hub.Int., M.H.I., perwakilan Polres Rohil, Kejaksaan Negeri Rohil, BPBD, Satpol PP, Dinas PUTR, Dinas Damkar, DLH, para camat, Danramil serta Kapolsek jajaran.

Dalam sambutannya, Sekda Rohil H. Fauzi Efrizal menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Menurutnya, kehadiran tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI terkait penanganan Karhutla di Provinsi Riau.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI direncanakan berada di Kabupaten Rohil selama kurang lebih satu bulan untuk melakukan pemantauan, sosialisasi, edukasi serta mendukung langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

“Rapat ini memang agak mendadak karena sebelumnya tim langsung turun ke lapangan. Namun sebelum turun lebih jauh, tentunya perlu dilakukan koordinasi dan konsolidasi agar kegiatan dapat berjalan dengan baik, ”ujar Fauzi.

Ia menyebutkan, hujan yang turun pada malam sebelumnya cukup membantu upaya pencegahan Karhutla di tengah kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Namun, potensi Karhutla tidak hanya dipengaruhi faktor alam. Aktivitas manusia juga menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian serius.

Salah satunya, kata Fauzi, kebiasaan masyarakat membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan pemancingan atau lokasi yang memiliki vegetasi kering, dapat menjadi sumber munculnya api.

“Karhutla bukan hanya disebabkan faktor alam. Kelalaian manusia juga dapat menjadi pemicu. Karena itu kesadaran masyarakat sangat penting, ”katanya.

Fauzi menjelaskan, kondisi Karhutla di Rohil saat ini masih relatif terbatas dan belum mengganggu aktivitas masyarakat secara luas. Pemkab Rohil juga telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Riau terkait upaya rekayasa cuaca sebagai salah satu langkah antisipasi.

Selain itu, pemerintah daerah mendorong perusahaan perkebunan yang memiliki lahan luas untuk menyediakan embung sebagai sumber cadangan air yang dapat dimanfaatkan dalam kondisi darurat, terutama ketika musim kemarau.

“Setiap perusahaan perkebunan diharapkan membuat embung sebagai persediaan air di tengah hutan saat kemarau, ”tegasnya.

Dandim: Pencegahan Butuh Keterlibatan Korporasi

Sementara itu, Dandim 0321/Rohil Letkol Inf. M. Ricky P.P.P.A.G.A., S.Hub.Int., M.H.I., menyampaikan terima kasih atas kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI.

Ia menegaskan, pelaksanaan tugas tim selama berada di wilayah Rohil akan dikoordinasikan melalui Pasi Ops Kodim 0321/Rohil agar setiap kegiatan di lapangan berjalan terarah dan terintegrasi dengan unsur kewilayahan.

“Terima kasih atas kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Untuk pergerakan tim selama di wilayah Rohil akan kita koordinasikan melalui Pasi Ops, ”ujar Dandim.

Menurutnya, pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan aparat. Kesadaran dan keterlibatan seluruh pihak, termasuk korporasi yang memiliki maupun mengelola lahan perkebunan, sangat diperlukan.

Dandim mengajak perusahaan agar lebih serius memperkuat langkah pencegahan, termasuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana pemadaman di wilayah kerja masing-masing.

Mabes TNI Siapkan Edukasi hingga Deteksi Dini

Kolonel Lek. Aris Setianta menjelaskan, kehadiran Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI merupakan pelaksanaan tugas berdasarkan petunjuk Panglima TNI sebagai tindak lanjut perintah Presiden RI.

Selama berada di Rohil, tim akan melakukan pemantauan sekaligus menyusun rekomendasi berdasarkan hasil kegiatan di lapangan.

“Mudah-mudahan di akhir pelaksanaan tugas kami dapat memberikan rekomendasi. Kami mohon kerja sama setiap wilayah selama satu bulan ke depan, ”ujarnya.

Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof dalam arahan teknisnya menyampaikan bahwa Rohil merupakan salah satu wilayah yang sebelumnya memiliki cukup banyak titik panas (hotspot).

Namun, berdasarkan pemantauan tim setelah tiba di wilayah Rohil, sejumlah titik yang sebelumnya terdeteksi telah berada dalam kondisi dingin.

Ia juga menyebutkan bahwa berdasarkan pemantauan citra satelit terdapat pergerakan panas yang mengarah ke wilayah timur. Kondisi angin dan cuaca juga menjadi faktor yang harus terus dipantau karena dapat memengaruhi penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Tim menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara produktivitas wilayah, khususnya sektor perkebunan, dengan aspek keamanan serta kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaan tugas, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI akan melakukan edukasi dan penyuluhan, patroli, deteksi dini serta pembinaan aksi terpadu bersama unsur terkait.

Setiap indikasi api diminta segera dilaporkan dan ditindaklanjuti.

“Tidak ada pembiaran ataupun penundaan, karena api kecil hari ini bisa menjadi bencana wilayah besok, ”tegasnya.

Tim juga mengingatkan masyarakat maupun pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Masyarakat juga diminta tidak meninggalkan api, puntung rokok maupun sumber panas lainnya di kawasan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.

Setiap pelanggaran terhadap ketentuan pencegahan Karhutla akan diproses sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain sosialisasi dan pemantauan, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI juga direncanakan melaksanakan simulasi pencegahan dan penanggulangan Karhutla, baik penanganan jarak dekat maupun jarak jauh.

Simulasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus menyamakan pola tindakan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla.

Pemkab Rohil juga tengah mempersiapkan pelaksanaan doa bersama sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi ancaman Karhutla dan berbagai kondisi yang sedang dihadapi daerah.

Di sisi lain, Pemkab Rohil menyebut keterbatasan anggaran operasional, termasuk kebutuhan makan dan minum personel di lapangan, masih menjadi salah satu kendala dalam penanganan Karhutla.

Meski demikian, upaya pencegahan dan penanggulangan tetap harus dilakukan secara optimal.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, Damkar, DLH, Satpol PP, pemerintah kecamatan, pemerintah kepenghuluan/kelurahan, perusahaan perkebunan dan masyarakat menjadi kunci untuk mencegah Karhutla sejak dini.

Dengan keberadaan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI selama kurang lebih satu bulan di Rohil, upaya edukasi, patroli, deteksi dini dan respons cepat terhadap potensi kebakaran diharapkan semakin diperkuat sehingga Karhutla tidak berkembang menjadi bencana yang lebih luas.**krN/Andri

(7145) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved