Rabu, 02 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Tim Mabes TNI Turun ke Bangko Rohil, Perkuat Pencegahan dan Kesiapsiagaan Karhutla
Selasa, 01 September 2026 - 09:45:24 WIB

Kabar Riau - Rohil
Mabes TNI Gelar Penyuluhan Karhutla di Bangko, Soroti Keterbatasan Sarana dan Sumber Air
SHARE
   
 

ROKAN HILIR 

Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) menggelar penyuluhan dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kantor Camat Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Selasa (1/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan sinergitas berbagai unsur dalam menghadapi potensi Karhutla, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta. Tim terdiri dari Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr (Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, serta Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Kegiatan turut dihadiri Camat Bangko Aspri Mulia, S.STP., M.Si., Wadanramil 032/Rohil Kapten Cba. (K) Karnilawati, Wakapolsek Bangko AKP Yatim, para lurah, datuk dan datin penghulu se-Kecamatan Bangko, serta personel TNI-AD, Polri, staf kecamatan, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Kolonel Lek Aris Setianta mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya lintas matra dan lintas sektor untuk memperkuat penanganan Karhutla.

Menurutnya, tim tidak hanya memberikan penyuluhan, tetapi juga melakukan pengecekan dan pemantauan langsung di lapangan guna memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi serta perkembangan Karhutla.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas perintah Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Pelaksanaannya sudah berlangsung kurang lebih satu minggu dan mendapat respons positif dari berbagai pihak, ”ujarnya.

Aris mengatakan hasil pelaksanaan kegiatan nantinya akan dituangkan dalam laporan untuk disampaikan kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam penanganan Karhutla, antara lain faktor jarak, keterbatasan kendaraan, peralatan pemadam, dan dukungan anggaran.

Karena itu, menurutnya, diperlukan dukungan teknologi dan sarana prasarana yang memadai agar upaya pencegahan maupun penanggulangan Karhutla dapat dilakukan secara lebih optimal.

Sementara itu, Camat Bangko Aspri Mulia menyebut keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala dalam penanganan Karhutla. Kondisi tersebut berdampak pada ketersediaan peralatan dan perlengkapan pendukung yang dibutuhkan petugas di lapangan.

Selain faktor anggaran, jarak menuju lokasi kebakaran juga menjadi tantangan tersendiri. Lokasi yang jauh dari personel maupun sumber daya pemadaman dapat memperpanjang waktu respons ketika terjadi kebakaran.

Pada kesempatan yang sama, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto menegaskan komitmen TNI untuk terus membantu masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi berbagai kesulitan, termasuk bencana Karhutla.

Ia menjelaskan, keterlibatan TNI dalam penanganan bencana merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat.

Menurut Asrof, Karhutla dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi lahan yang kering hingga aktivitas manusia. Perubahan kondisi cuaca dan lingkungan juga dapat berkaitan dengan aktivitas manusia, termasuk alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian maupun kegiatan industri.

“Alam harus kita jaga dan lestarikan, sehingga pada akhirnya alam juga akan memberikan perlindungan dan manfaat bagi kehidupan kita semua, ”katanya.

Ia menambahkan, pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanggulangan Karhutla, termasuk modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan serta pemetaan wilayah yang memiliki potensi bencana.

Asrof juga menekankan pentingnya sinergitas TNI dan Polri melalui patroli di desa-desa untuk mencegah sekaligus mendeteksi sejak dini potensi Karhutla.

Pemanfaatan teknologi, seperti drone dan perangkat pendeteksi panas, juga dinilai penting untuk membantu pemantauan wilayah yang sulit dijangkau secara langsung.

Ia meminta Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus aktif melakukan pemantauan dan pencegahan. Danramil serta Kapolsek juga diminta memantau dan melaporkan perkembangan situasi Karhutla berdasarkan informasi dari personel di lapangan.

Wadanramil 032/Rohil Kapten Cba. (K) Karnilawati menambahkan, seluruh pemangku kepentingan di tingkat desa diharapkan menyampaikan data dan informasi yang valid, akurat, lengkap, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Data tersebut diperlukan sebagai bahan pemetaan dan analisis situasi serta penyusunan laporan kepada pimpinan agar setiap langkah penanganan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.

“Kami mengajak seluruh pihak mengutamakan kepentingan umum serta meningkatkan kerja sama, koordinasi, dan komunikasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, ”ujarnya.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Aipda Syahrudin mengatakan tiga pilar desa, yakni Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan penghulu, akan terus memperkuat sinergi dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Menurutnya, salah satu tantangan di Kecamatan Bangko adalah karakteristik lahan gambut. Ketika terjadi kebakaran, proses pemadaman di lahan gambut relatif lebih sulit dan membutuhkan waktu serta sumber daya yang lebih besar.

Keterbatasan embung dan sumber air juga menjadi kendala dalam proses pemadaman. Karena itu, kesiapan sarana dan prasarana perlu terus ditingkatkan untuk mendukung respons cepat ketika terjadi kebakaran.

Syahrudin juga meminta perhatian terhadap keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA), khususnya dalam hal perlindungan dan jaminan sosial melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Menurutnya, perlindungan tersebut penting untuk mengantisipasi risiko yang dihadapi anggota MPA saat terlibat dalam penanganan Karhutla di lapangan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengecekan personel dan peralatan, foto bersama, penyuluhan, serta peninjauan lokasi lahan yang terbakar.

Tim Mabes TNI menilai sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa, BPBD, MPA, serta masyarakat perlu terus diperkuat melalui patroli, pemantauan wilayah rawan, penyampaian imbauan, dan pelaporan cepat terhadap setiap indikasi Karhutla.

Pemanfaatan teknologi, kesiapsiagaan personel, dukungan sarana dan prasarana, serta perlindungan terhadap masyarakat yang terlibat dalam penanganan Karhutla menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran.

Dengan koordinasi dan sinergitas yang semakin kuat, potensi Karhutla di Kecamatan Bangko diharapkan dapat diminimalisir. Apabila kebakaran terjadi, penanganan diharapkan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu sehingga dampaknya terhadap masyarakat, lingkungan, dan perekonomian dapat ditekan.

Kegiatan penyuluhan dan pencegahan Karhutla tersebut berakhir sekitar pukul 11.55 WIB dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif.**krN/Andri

(5829) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved