Kamis, 03 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
7 Hari Berjibaku, Karhutla 30 Hektare Dekat Taman Nasional Zamrud Akhirnya Terkendali
Rabu, 02 September 2026 - 10:17:35 WIB

Kabar Riau - Siak
Karhutla Dekat Taman Nasional Zamrud Terkendali, Operasi Pemadaman Resmi Diakhiri

SHARE
   
 

Api Karhutla Padam, Tim Gabungan Akhiri Operasi di Sekitar TN Zamrud Siak

DAYUN

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, dinyatakan terkendali. Tim gabungan resmi mengakhiri operasi pemadaman setelah memastikan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi telah dituntaskan.

Berakhirnya operasi ditandai dengan Apel Konsolidasi Akhir Penanganan Karhutla yang digelar di area Beruk 03 dan 08 PT Bumi Siak Pusako, Dusun Pangkalan Lanjut, Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Selasa (1/9/2026) sore.

Apel konsolidasi dipimpin Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar bersama Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Siak Novendra Kasmara. Kegiatan tersebut diikuti ratusan personel gabungan yang selama tujuh hari terlibat langsung dalam penanganan Karhutla.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, apel konsolidasi menjadi penanda berakhirnya tahapan operasi pemadaman dan pendinginan setelah kondisi di lapangan dinyatakan terkendali.

“Setelah tujuh hari bekerja di lapangan, Alhamdulillah penanganan Karhutla di kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud dapat kita selesaikan. Kurang lebih 30 hektare lahan yang terdampak telah ditangani melalui pemadaman dan pendinginan secara intensif oleh seluruh unsur yang terlibat, ”ujar Sepuh.

Menurutnya, keberhasilan penanganan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel gabungan, termasuk dukungan personel dan peralatan selama operasi berlangsung.

Tim gabungan melibatkan personel Polres Siak, Polsek Siak, Satbrimob dan Ditsamapta Polda Riau, TNI, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, Manggala Agni, BKSDA, serta personel pemadam kebakaran dari perusahaan di sekitar kawasan.

“Ini bukan pekerjaan satu institusi. Personel di lapangan bekerja bersama, melakukan pemadaman hingga pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi bara yang berpotensi kembali memunculkan api, ”tegasnya.

Selain kawasan sekitar Taman Nasional Zamrud, proses pendinginan Karhutla di kawasan Tasik Betung yang berada di areal Cagar Biosfer Giam Siak Kecil juga telah diselesaikan.

Meski operasi pemadaman berakhir, Sepuh menegaskan pengawasan di lapangan tetap dilanjutkan. Patroli pemantauan akan dilakukan selama tiga hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Langkah pencegahan juga terus diperkuat melalui patroli dan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Operasi pemadaman memang selesai, tetapi kewaspadaan tidak boleh berhenti. Setelah ini fokus kita bergeser kepada pemantauan, pencegahan agar kebakaran tidak berulang, serta proses penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, ”katanya.

Polda Riau Pastikan Pendinginan Dilakukan Menyeluruh

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Akmadi mengatakan berakhirnya operasi pemadaman di Dayun menunjukkan penanganan Karhutla dilakukan hingga kondisi lapangan benar-benar dinyatakan terkendali.

Menurut Akmadi, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan sejak awal menekankan agar jajaran tidak hanya memadamkan api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, khususnya pada kawasan dengan karakteristik lahan yang berpotensi menyimpan bara.

“Apel konsolidasi bukan berarti kewaspadaan berakhir. Ini menandakan satu tahapan penanganan di lapangan telah selesai. Selanjutnya, personel tetap melakukan monitoring dan jajaran terus meningkatkan langkah pencegahan di wilayah-wilayah rawan, ”ujar Akmadi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan yang selama tujuh hari bekerja menangani kebakaran di kawasan tersebut.

“Personel TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, BKSDA, pemerintah daerah, masyarakat dan unsur perusahaan telah bekerja bersama di lapangan. Mereka menghadapi panas, asap dan kondisi medan yang tidak mudah. Kerja keras mereka menjadi bagian penting dari upaya menjaga kawasan ini, ”katanya.

Akmadi menambahkan, Polda Riau dan jajaran tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan Karhutla di seluruh wilayah Riau. Setiap titik yang terdeteksi akan ditindaklanjuti melalui pengecekan dan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

“Prinsipnya, ketika api sudah padam, pekerjaan belum selesai. Kita harus memastikan bara benar-benar mati, mencegah kebakaran berulang dan melakukan penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana. Pencegahan dan penanganan harus berjalan beriringan, ”pungkasnya.*krN/RN Garawn

(8461) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved