Minggu, 06 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Tim Mabes TNI Gencarkan Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla di Rimba Melintang
Sabtu, 05 September 2026 - 12:00:41 WIB

Kabar Riau - Rohil
Tim Mabes TNI Gelar Penyuluhan dan Pencegahan Karhutla di Teluk Pulau Hilir Kabupaten Rokan Hilir 
SHARE
   
 

Cegah Karhutla Meluas, Tim Mabes TNI Perkuat Sinergi Bersama Warga Teluk Pulau Hilir

ROKAN HILIR 

Tim Penyuluh Mabes TNI menggelar kegiatan penyuluhan dan pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kantor Kepenghuluan Teluk Pulau Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rokan Hilir, Sabtu (5/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.59 WIB tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam mencegah serta menangani potensi Karhutla di wilayah Kecamatan Rimba Melintang.

Tim Penyuluh Mabes TNI dipimpin Brigjen TNI Mar. Benny Putra, didampingi Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla.), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Rimba Melintang Sukirman, S.Ag., Danramil 0321-05/Rimba Melintang Kapten Inf. Sudarwanto, perwakilan Polsek Rimba Melintang, para penghulu/lurah serta Datuk dan Datin Penghulu se-Kecamatan Rimba Melintang.

Sebanyak 55 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka berasal dari unsur pemerintah kecamatan, TNI, Polri, perusahaan, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta masyarakat.

Dalam penyampaiannya, Wakil Ketua Tim Penyuluh Mabes TNI, Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, menegaskan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, pihak perusahaan hingga masyarakat.

Menurutnya, pengecekan dan pemantauan secara langsung di lapangan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi Karhutla secara nyata. Langkah tersebut juga menjadi tindak lanjut atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

"Kita harus meningkatkan koordinasi dan komunikasi dalam menghadapi potensi Karhutla. Pencegahan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi harus dilakukan secara bersama-sama, "ujarnya.

Aris juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan.

Sementara itu, Camat Rimba Melintang Sukirman menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi dalam penanganan Karhutla. Di antaranya jarak tempuh menuju lokasi kebakaran yang cukup jauh, kondisi akses jalan yang sulit, serta kendala koordinasi dengan pemilik lahan yang sebagian berada di luar kota.

"Sinergi dan koordinasi seluruh unsur sangat diperlukan dalam mencegah maupun menangani Karhutla di Kecamatan Rimba Melintang, "kata Sukirman.

Ia menegaskan Pemerintah Kecamatan Rimba Melintang akan terus mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Materi penyuluhan selanjutnya disampaikan Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla.). Ia menjelaskan bahwa Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kerusakan lingkungan, gangguan kesehatan masyarakat, kerugian ekonomi hingga terganggunya aktivitas masyarakat.

Karena itu, menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas dengan meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

"Apabila ditemukan indikasi kebakaran, segera lakukan pelaporan dan penanganan secara cepat agar api tidak meluas, "tegasnya.

Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto juga mendorong unsur kecamatan, pemerintah kepenghuluan, TNI dan Polri untuk terus meningkatkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi rawan Karhutla.

Kegiatan penyuluhan diisi dengan pemaparan materi, sesi tanya jawab dan diskusi bersama peserta. Kegiatan berakhir sekitar pukul 13.50 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan pemahaman, kesadaran dan kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi potensi Karhutla semakin meningkat.

Sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah kepenghuluan, perusahaan dan masyarakat juga diharapkan terus diperkuat, khususnya dalam deteksi dini, pencegahan dan penanganan Karhutla.

Pihak perusahaan yang memiliki lahan rawan Karhutla juga diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana pemadaman serta melakukan pemantauan secara berkala terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Usai kegiatan, Tim Penyuluh Mabes TNI melanjutkan perjalanan kembali menuju Bagansiapiapi.**krN/Andri

(6581) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved