Kamis, 10 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Mabes TNI Beri Penyuluhan Karhutla di Simpang Kanan, Masyarakat Diminta Aktif Deteksi Titik Api
Kamis, 10 September 2026 - 08:57:23 WIB

Kabar Riau - Rohil
Cegah Karhutla Meluas, Mabes TNI Ingatkan Simpang Kanan: Jangan Tunggu Api Membesar
SHARE
   
 

ROKAN HILIR

Tim Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) turun ke Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), untuk memberikan penyuluhan sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Kamis (10/9/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.25 WIB tersebut berlangsung di Aula Kantor Camat Simpang Kanan, Jalan M. Yazid Hamta, Kelurahan Simpang Kanan.

Sebanyak 51 peserta mengikuti penyuluhan, terdiri dari unsur pemerintah kecamatan sebanyak 9 orang, Danramil beserta jajaran 7 orang, Polsek 6 orang, masyarakat 25 orang, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) sebanyak 4 orang.

Tim penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin Brigjen (Mar) Benny P. Nadeak, S.E., M.A., bersama Kolonel Elektronika (Lek) Aris Setianta, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), Letkol Mar. Alyessi Hippy, Mayor Inf. Andang Rohadi, Mayor Inf. Roni Kusnandar, dan Mayor Inf. Ade Hermansyah.

Turut hadir Camat Simpang Kanan Musliadi, S.E., Danramil 03/Bagan Sinembah Kapten Inf Khairul Anwar, Kapolsek Simpang Kanan Iptu Donald Sihombing, Sekcam Simpang Kanan Rahmadiarto, S.Ap., Kepala Puskesmas Simpang Kanan drg. Nini Juniarti, Lurah Simpang Kanan Abdul Azmi, perwakilan perusahaan, personel TNI-Polri, para penghulu se-Kecamatan Simpang Kanan, MPA, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Simpang Kanan Musliadi menyampaikan apresiasi kepada Tim Mabes TNI yang hadir memberikan edukasi mengenai pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Menurut Musliadi, penyuluhan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapsiagaan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

“Kecamatan Simpang Kanan bersama Forkopimcam, pemerintah kepenghuluan, TNI, Polri, perusahaan dan masyarakat akan terus meningkatkan koordinasi serta patroli guna mencegah terjadinya Karhutla, ”ujarnya.

Musliadi juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api, kepulan asap maupun indikasi awal kebakaran.

Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Karena itu, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, perusahaan, MPA dan masyarakat harus terus diperkuat.

Sementara itu, Kolonel Mar. M. Asrof Widiarto, S.T., M.Tr.(Hanla), dalam penyuluhannya menjelaskan bahwa kehadiran Tim Mabes TNI merupakan bagian dari pelaksanaan tugas TNI berdasarkan perintah Presiden melalui Panglima TNI, khususnya dalam pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

“TNI memiliki tugas membantu dalam penanggulangan bencana alam dan bantuan kemanusiaan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, ”jelasnya.

Ia menerangkan, ancaman Karhutla di Riau tidak terlepas dari karakteristik wilayah yang memiliki kawasan lahan gambut. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi, terutama saat memasuki periode panas dan kering.

Selain faktor alam, aktivitas manusia juga menjadi perhatian, termasuk pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar serta perubahan fungsi kawasan yang berpotensi memengaruhi keseimbangan lingkungan.

Dalam menghadapi ancaman tersebut, pemerintah bersama seluruh unsur terkait terus melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan. Salah satunya melalui modifikasi cuaca untuk meningkatkan potensi hujan pada kondisi tertentu sebagai bagian dari upaya penanganan Karhutla.

Tim Mabes TNI menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak dapat dibebankan kepada satu instansi. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, MPA, perusahaan hingga masyarakat menjadi kunci dalam mencegah kebakaran sekaligus mempercepat penanganan apabila api muncul.

Patroli bersama TNI-Polri dan unsur terkait juga perlu terus ditingkatkan, terutama di desa maupun kepenghuluan yang memiliki wilayah rawan Karhutla. Langkah tersebut penting sebagai upaya deteksi dini sebelum kebakaran berkembang dan semakin sulit dikendalikan.

Seluruh unsur diingatkan agar tidak menunggu api membesar. Begitu ditemukan titik api atau kepulan asap, pengecekan dan penanganan harus segera dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas.

Perusahaan maupun masyarakat yang berada di kawasan rawan Karhutla juga diimbau memastikan sarana dan prasarana pemadaman dalam kondisi siap digunakan, mulai dari mesin pompa, selang, sumber air hingga perlengkapan pendukung lainnya.

Masyarakat diminta segera melapor kepada Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah setempat, BPBD maupun petugas terkait apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran. Pelaporan cepat dinilai sangat menentukan keberhasilan penanganan pada tahap awal.

Tim Mabes TNI juga kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi menimbulkan kebakaran yang lebih luas, Karhutla dapat berdampak terhadap kesehatan, lingkungan, aktivitas masyarakat serta perekonomian.

Kegiatan penyuluhan turut diisi dengan sesi tanya jawab dan foto bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar dan kondusif hingga berakhir sekitar pukul 12.08 WIB.

Melalui penyuluhan tersebut, kesiapsiagaan seluruh unsur di Kecamatan Simpang Kanan diharapkan semakin meningkat. Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, perusahaan, MPA dan masyarakat juga terus diperkuat melalui patroli, pemantauan kawasan rawan, kesiapan peralatan pemadaman serta percepatan pelaporan apabila ditemukan titik api.

Dengan langkah pencegahan yang dilakukan secara terpadu, potensi Karhutla di Kecamatan Simpang Kanan diharapkan dapat ditekan sekaligus meminimalkan risiko meluasnya kebakaran apabila terjadi di wilayah tersebut.**krN/Andri

(3385) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved