Jum'at, 11 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Gambut Kering dan Air Terbatas Jadi Tantangan, Tim Gabungan Berjibaku Atasi Karhutla Bengkalis–Meranti
Jumat, 11 September 2026 - 08:02:09 WIB

Kabar Riau - Peristiwa
Enam Titik Karhutla Ditangani, Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman dan Pendinginan di Bengkalis–Meranti
SHARE
   
 

KARHUTLA BELUM SEPENUHNYA PADAM, KODAM XIX/TUANKU TAMBUSAI PERKUAT PENANGANAN DI BENGKALIS DAN MERANTI

BENGKALIS 

Kodam XIX/Tuanku Tambusai melalui jajaran Kodim 0303/Bengkalis bersama tim gabungan terus mengintensifkan upaya pemadaman dan pendinginan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam titik yang tersebar di Kabupaten Bengkalis dan Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, Jumat (11/9/2026).

Di Kabupaten Bengkalis, penanganan difokuskan di Desa Teluk Lancar, Kecamatan Bantan; Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir; serta Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Talang Muandau.

Sementara di Kabupaten Kepulauan Meranti, operasi penanganan berlangsung di Desa Gemala Sari, Kecamatan Rangsang; Desa Sungai Anak Kamal, Kecamatan Merbau; dan Desa Renak Dungun, Kecamatan Pulau Merbau.

Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri bagi personel gabungan. Gambut yang kering, keterbatasan sumber air, tiupan angin, serta luasnya areal terdampak membuat proses pemadaman dan pendinginan harus dilakukan secara bertahap untuk memastikan api maupun bara di bawah permukaan gambut benar-benar terkendali.

Di Desa Gemala Sari, areal terdampak tercatat sekitar 80 hektare. Tim gabungan mengoperasikan mesin pemadam dan menggunakan excavator untuk membuat embung sebagai sumber air guna mendukung proses pemadaman.

Sementara itu, dukungan pemadaman melalui udara dengan water bombing turut digunakan dalam penanganan Karhutla di Desa Tasik Serai Timur.

Salah seorang personel TNI yang berada di lapangan mengatakan proses penanganan tidak berhenti ketika api di permukaan telah menghilang. Pendinginan dan penyisiran tetap dilakukan untuk mengantisipasi bara di lapisan gambut kembali memicu kebakaran.

“Tantangan terbesar adalah gambut yang kering dan sumber air yang terbatas. Kami terus menyisir titik asap, melakukan pendinginan dan membuat sekat agar api tidak meluas. Jika api kembali muncul, pemadaman langsung diarahkan dari kepala api untuk menahan penyebarannya, ”ujarnya.

Selain melakukan pemadaman dan pendinginan, tim gabungan juga membuka jalur darurat menuju lokasi kebakaran, membuat embung, menyekat areal terdampak, serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

Upaya tersebut dilakukan untuk mempercepat pengendalian Karhutla sekaligus mencegah api menjalar ke areal lainnya.

Hingga Jumat, tim gabungan masih melanjutkan penyisiran, pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi. Penanganan akan terus dilakukan hingga titik api maupun asap dapat dikendalikan dan potensi kebakaran kembali dapat diminimalkan.**krN/AL Silaban 

(A-R)

(9777) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved