Rabu, 23 09 2026 Perhatian : Pengambilan berita kabarriau.net harus mencantumkan kabarriau, boleh krN, atau kami akan menuntut sesuai UU No.12 Thn 1997 tentang Hak Cipta
 
Panen Tiba di Temusai, Kapolsek Bungaraya: Ketahanan Pangan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Petani
Rabu, 23 September 2026 - 09:51:47 WIB

Kabar Riau - Siak
Berbulan-bulan Dirawat, Jagung Temusai Akhirnya Dipanen, Polsek Bungaraya Turun Bersama Petani

SHARE
   
 

Dari Lahan Temusai untuk Ketahanan Pangan, Polsek Bungaraya dan Petani Panen Jagung Pipil Kuartal II

BUNGARAYA 

Setelah melalui masa tanam dan perawatan selama beberapa bulan, jagung pipil di lahan kelompok tani Selamat Ladiono, Kampung Temusai, Kecamatan Bungaraya, Kabupaten Siak, akhirnya memasuki masa panen.

Panen Jagung Pipil Hasil Panen Raya Kuartal II Tahun 2026 tersebut dilaksanakan Rabu (23/9/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Kapolsek Bungaraya AKP Mulyadi Sihombing, S.H., turun langsung ke lahan bersama Kanit Binmas Aiptu Jefri, personel Polsek Bungaraya dan kelompok tani Selamat Ladiono.

Panen menjadi bagian penting dari perjalanan program ketahanan pangan yang selama ini turut dipantau jajaran Polsek Bungaraya. Dari tanaman yang sebelumnya masih dalam tahap pertumbuhan dan perawatan, kini petani mulai memetik hasil dari kerja mereka.

Meski demikian, jumlah keseluruhan produksi jagung belum dapat diketahui. Proses panen masih berlangsung sehingga penghitungan hasil pemipilan belum dapat dilakukan secara final.

Kanit Binmas Polsek Bungaraya Aiptu Jefri mengatakan, setelah dipanen, jagung akan melalui sejumlah tahapan sebelum hasil akhirnya dapat diketahui.

“Alhamdulillah, tanaman jagung yang selama ini kita pantau perkembangannya sudah memasuki masa panen. Setelah dipanen, jagung akan dijemur dan dilanjutkan dengan proses pemipilan hingga kadar air memenuhi standar yang dibutuhkan. Untuk jumlah keseluruhan hasil panen belum dapat kita pastikan karena proses panen masih berlangsung, ”ujar Aiptu Jefri.

Menurutnya, tahapan pascapanen menjadi bagian yang tidak kalah penting. Jagung hasil panen akan dijemur di lahan kelompok tani Selamat Ladiono dan proses pemipilan dilanjutkan hingga kadar air mencapai sekitar 14 persen.

Koordinasi dengan pihak Bulog juga direncanakan untuk melihat kualitas hasil panen, termasuk pemeriksaan kemungkinan kandungan jamur atau aflatoksin pada jagung yang telah dipipil.

Kapolsek Bungaraya AKP Mulyadi Sihombing, S.H., menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program tersebut merupakan bagian dari dukungan Polri terhadap ketahanan pangan sekaligus pendampingan kepada masyarakat dan kelompok tani.

“Panen hari ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang dilaksanakan bersama masyarakat sudah sampai pada tahap menghasilkan. Namun pekerjaan belum selesai. Pascapanen juga harus diperhatikan, mulai dari penjemuran, pemipilan, pengendalian kadar air hingga memastikan kualitas jagung memenuhi standar, ”kata AKP Mulyadi.

Menurut Kapolsek, keberhasilan program ketahanan pangan tidak semestinya hanya dilihat dari terlaksananya penanaman maupun seremoni panen. Manfaat ekonomi yang diterima petani juga menjadi bagian penting dari keberlanjutan program tersebut.

“Harapan kami, hasil pertanian ini tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi dan manfaat nyata bagi petani. Kami akan terus membangun komunikasi dengan kelompok tani dan pihak terkait sesuai kapasitas kami, ”tambahnya.

Sementara itu, Selamat Ladiono menyampaikan rasa syukur karena tanaman jagung yang dirawat selama beberapa bulan akhirnya dapat dipanen.

“Alhamdulillah, hari ini kami sudah mulai melakukan panen. Untuk berapa jumlah keseluruhan hasilnya memang belum bisa kami sampaikan karena panen masih berjalan. Setelah selesai, jagung akan kami jemur dan pipil sampai kadar airnya sesuai dengan yang dibutuhkan, ”ujar Selamat.

Ia berharap hasil panen tersebut nantinya memiliki kualitas yang baik dan dapat terserap dengan harga yang menguntungkan petani.

“Kami sebagai petani tentu berharap hasilnya bagus dan nantinya dapat terserap dengan baik. Kehadiran dan dukungan dari Polsek Bungaraya juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian dan ikut mendukung ketahanan pangan di Kampung Temusai, ”ungkapnya.

Panen di Temusai sekaligus menjadi tahapan pembuktian dari rangkaian program yang telah berjalan. Setelah jagung meninggalkan batangnya, tantangan berikutnya adalah memastikan proses pascapanen berjalan baik, kualitas hasil tetap terjaga dan hasil pertanian tersebut benar-benar memiliki nilai ekonomi bagi petani.

Bagi petani, keberhasilan ketahanan pangan pada akhirnya bukan hanya tentang berapa luas lahan yang ditanami atau berapa kali panen dilaksanakan, tetapi sejauh mana hasil dari tanah yang mereka garap mampu memberikan manfaat bagi keluarga dan keberlanjutan usaha pertanian mereka.*krN/Rishki

(6393) Dibaca

 
Komentar Anda :
 




 
Redaksi | Indeks Berita | RSS | Indeks Iklan Copyright © 2010-2023 by KabarRiau.net. All Rights Reserved